Sebagai lembaga keuangan milik Muhammadiyah, Bank Syariah Matahari (BSM) memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Konsistensi pembiayaan yang diberikan BSM ini menjadi bukti nyata dari komitmen Muhammadiyah dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang inklusif dan berdaya saing. Akses pembiayaan yang berkelanjutan kepada AUM mendorong penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial Muhammadiyah, sementara dukungan terhadap UMKM turut memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Memasuki era baru perbankan syariah di Indonesia, Bank Syariah Matahari berkomitmen melakukan transformasi menuju sistem keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Komitmen ini diwujudkan melalui proses konversi kegiatan usaha dari konvensional menjadi syariah, yang secara resmi diselesaikan dan mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Konversi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-39/D.03/2025 tertanggal 18 Juni 2025. Sejak saat itu, Bank beroperasi penuh sebagai Bank Perekonomian Rakyat Syariah, dengan seluruh produk dan layanannya dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS). Konversi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Bank Syariah Matahari, sebagai wujud nyata dakwah ekonomi Muhammadiyah dalam mengembangkan sistem keuangan Islam yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat PT BPR Syariah Matahari atau dikenal dengan Bank Syariah Matahari merupakan lembaga keuangan yang lahir dari komitmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam membangun kemandirian ekonomi umat melalui jalur lembaga keuangan formal. Bank ini didirikan pada tanggal 10 November 1989 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 131, dengan kepemilikan saham mayoritas sebesar 99% tercatat atas nama PP Muhammadiyah. Sejak awal pendiriannya, Bank ini didirikan sebagai bagian dari gerakan ekonomi Muhammadiyah yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan memperkuat basis ekonomi umat.